Tag Archives: jenis obat narkotika

Kenali Jenis Obat-Obatan Narkotika Beserta Contohnya


Kelas narkoba dan bahayanya masing-masing penting bagi Anda sebagai orang tua. Apalagi saat anak mulai beranjak dewasa dan pergaulannya semakin luas. Sebelum beralih ke narkotika, Anda juga harus memahami pengertian narkotika.

Tetapi ada risiko penyalahgunaan, yang berarti bahwa narkotika pada akhirnya dapat menyebabkan ketergantungan dan kondisi medis yang serius.

Obat-obatan dan contohnya

Narkotika Golongan I

Narkotika ini hanya untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi dan dapat menyebabkan ketergantungan. Contohnya termasuk tanaman koka, daun koka, kokain mentah, opium mentah, ganja, heroin, tanaman ganja, dan metamfetamin.

Narkotika golongan II

Narkotika golongan ini telah digunakan dalam pengobatan di masa lalu, serta dalam terapi dan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Seperti halnya narkotika golongan I, narkotika golongan II memiliki potensi yang tinggi untuk menimbulkan kecanduan. Termasuk dalam golongan narkotika ini adalah morfin, morfin metobromid dan ekgonina.

Narkotika Golongan III

Narkotika dalam kategori ini efektif sebagai pengobatan dan telah banyak digunakan dalam terapi dan pengembangan ilmu pengetahuan. Namun berbeda dengan kedua golongan lainnya, narkotika golongan III dapat menimbulkan ketergantungan ringan. Contoh narkotika golongan III antara lain propiram, kodein, polcodina, dan etilmorfin.

Konsekuensi Penyalahgunaan dan Ketergantungan Zat

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, penyalahgunaan narkotika dapat diartikan sebagai penggunaan narkotika tanpa hak atau melawan hukum. Penyalahgunaan ini mengancam untuk menyebabkan ketergantungan.

Seseorang dikatakan kecanduan narkotika apabila mengalami dorongan untuk meminum narkotika secara terus menerus, dalam dosis yang ditingkatkan, untuk mendapatkan efek yang sama. Jika penggunaan dihentikan secara tiba-tiba, akan timbul gejala fisik dan psikis tertentu.

Penting untuk diketahui bahwa salah satu alasan pasien pergi ke dokter adalah untuk menghilangkan rasa sakit yang mereka rasakan. Ada beberapa obat untuk kebutuhan ini, dan beberapa pasien mungkin akan diberi resep obat opioid.

Sebagai efek dalam meredakan penyakit, obat ini juga memberikan rasa nyaman atau bahkan euforia. Yang harus diwaspadai adalah efek ini pada akhirnya akan menyebabkan seseorang menyalahgunakan obat, dan tentunya bukan atas saran dokter.

Sebagai orang tua, mungkin sulit pada awalnya untuk mengenali penggunaan narkoba anak Anda. Konsultasikan dengan dokter atau psikolog untuk mendapatkan bantuan. Yang paling penting adalah Anda tetap dengan anak Anda dan tidak langsung menghakimi.

Semakin cepat seorang anak menerima perawatan dan pengobatan, semakin cepat ia akan menghindari konsekuensi yang lebih buruk dari kecanduan narkoba. Juga waspadai potensi penyalahgunaan alkohol, nikotin dan obat tidur serta obat anti-kecemasan.