Dalam Kondisi Kecewa Dan Sedih Itu Adalah Masa Yang Kurang Tepat Dalam Mengambil Keputusan

Sering Kita Mengeluh Akan Segala Masalah Kita Tapi Tidak Menyadari Ternyata Kita Sekuat Itu

Sering sekali kita merasa kenapa kita harus mengalami ini. Kenapa kita harus mengalami hal sesulit ini, kenapa kita harus mengalami masalah yang sebesar ini di dalam hidup kita. Apalagi di usia kita yang masih terlalu mudah, kita sudah mendapatkan masalah begitu besar yang biasanya orang dewasa yang mengalaminya, tapi kita dengan usia sangat mudah sudah dapat masalah sebesar ini. Sehingga ada pertanyaan-pertanyaan dalam pikiran kita soal, kenapa sih. Kenapa harus kita. Apakah Tuhan tidak sayang dan sudah tidak peduli sama kita?

Sering Kita Mengeluh Akan Segala Masalah Kita Tapi Tidak Menyadari Ternyata Kita Sekuat Itu

Kita sebagai manusia sering sekali merasa kenapa harus kita. Saat kita sedang berada di zona nyaman kita. Saat keadaan begitu baik. Saat semua rasanya sangat baik dan okey. Tiba-tiba terjadi sesuatu yang diluar ekspektasi. Terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan. Dan kita akan bertanya-tanya pada diri sendiri, kenapa sih. Kenapa harus kita, kenapa bukan orang lain. Dan kadang saat kita sedang di saat seperti itu, ada beberapa orang yang kita harapkan, ada beberapa orang yang kita percaya, malah mereka tidak ada, mereka meninggalkan kita. 

Sehingga kita benar-benar sendiri. Dan rasanya, saat di masa sulit ini, di saat kita tidak ada apa-apa. Kita belum pernah mengalami masalah yang seperti ini. Kita tidak punya apa-apa, tidak punya pengalaman apa-apa. Dan untuk cerita ke keluarga pun kadang kita berpikir 2 kali. Karena tidak ingin membuat mereka panik dan khawatir. Sehingga kita berharap untuk bisa mencertiakan dan memberitahukan kepada sahabat kita, pacar, gabetan, atau orang terdekat kita. Tapi mereka malah tidak ada. Rasanya kesel sekali. 

Sehingga kadang kita merasa tidak mampu, kita merasa kita tidak bisa, dan kita tidak ada tenaga untuk melewati semua itu. Kita merasa, kita tidak bisa melewati semua ini. Karena kita sudah tidak ada pengalaman, tidak ada support system. Sehingga rasanya tidak memiliki apa-apa. Tapi saat dilihat kita tetap bisa melewatinya, kita tetap bisa menjalaninya. Bahkan sampai masalahnya sudah selesai, kita masih bisa bertahan, dan kita okey saja. Sehingga kita akan teringat, betapa sulitnya saat-saat kita melewati semua itu, tapi akhirnya kita bisa melewati semua itu.